Contoh Iklan BAM 970 x 250 pixel

Kepala BSKDN : Kualitas Inovasi di Kabupaten Bone Bolango Harus Terus Ditingkatkan

PASARKAYU
banner 468x60

Bone Bolango (Gorontalo), SUARAKLATEN.id – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Provinsi Gorontalo untuk terus meningkatkan kualitas inovasi di wilayahnya melalui kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kerja sama lintas OPD tersebut dinilai dapat meningkatkan jumlah inovasi di berbagai bidang.

“Sejauh data yang kami himpun dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2023, jika berdasarkan urusan inovasi di Kabupaten Bone Bolango masih didominasi oleh inovasi administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, disusul terkait kesehatan dan keuangan,” Jelas Yusharto saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Bone Bolango yang berlangsung di ruang rapat Bupati Bone Bolango pada Senin, 19 Februari 2024.

JIIFINA - JOGJA 2024

Yusharto berharap ke depan inovasi di Kabupaten Bone Bolango semakin beragam meliputi inovasi dalam bidang pendidikan, inovasi dalam bidang teknologi, pertanian, perdagangan hingga pariwisata. Tidak hanya beragam, tingkat kematangan inovasi di Kabupaten Bone Bolango juga harus semakin baik.

“Dari 20 indikator yang dinilai, terdapat 11,25 persen di antaranya tidak terisi atau tidak sesuai. Ini teknis sekali tapi masih banyak perangkat daerah yang melakukan kesalahan saat melaporkan inovasi melalui aplikasi IID. Ini harus ditindaklanjuti untuk mengurangi kesalahan saat pelaporan inovasi,” ungkap Yusharto.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menjelaskan kondisi inovasi di Kabupaten Bone Bolango yang mengalami penurunan pada tahun 2023 dari sisi kualitas inovasi. Dia mengatakan, semula pada tahun 2022, Pemkab Bone Bolango berhasil meraih daerah berpredikat inovatif, namun pada pelaporan tahun 2023 mengalami penurunan dan berpredikat kurang inovatif.

“Ini perlu segera disikapi agar kedepan tidak lagi ada penurunan serupa. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang kuat di lintas OPD. Selanjutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan pihak swasta juga sangat berperan untuk meningkatkan inovasi,” pungkasnya.

suraTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JIIFINA - JOGJA 2024