Contoh Iklan BAM 970 x 250 pixel

Siswa Di SMAN 9 Jakarta Mengikuti Projek Penghayatan Profil Pelajar Pancasila

PASARKAYU
banner 468x60

Jakarta,SuaraKlaten.id – Dalam rangka melaksanakan program projek penghayatan profil pelajar Pancasila,peserta didik SMAN 9 Jakarta mengikuti program yang dilaksanakan dengan mengangkat dua projek yaitu Demus (Demokrasi Untuk Semua) diikuti siswa kelas XI,dalam Demus sendiri para siswa dilatih cara pemilihan presiden yang dimulai dari adanya partai yang didukung oleh para tim suksesnya, dilanjutkan dengan ada nya debat dan penyampaian visi misi oleh kedua calon presiden yang berasal para siswa kepada para calon pemilihnya, kemudian pelaksanan Election melalui online dan pengumuman hasil pemilihan dan ditutup dengan Celebration day oleh presiden terpilih.

Sedangkan untuk siswa di kelas X mengikuti projek Gempul (Gerakan Empati Sosial) yang telah dilaksanakan para siswa kelas X beberapa waktu yang langsung terjun langsung ke warga di beberapa RT dan RW di Kelurahan Kebun Pala antara lain RT 13 RW 04,RT 12 RW 04,RT 11 RW 4,RT 2 RW 9,RT 15 RW 9,RT 7 RW 10 dan RT 1 RW 04 dilapangan para siswa belajar dan mendata tentang kehidupan sosial warga dan budaya yang ada di tengah tengah warga,dan puncaknya di gelar Bazar Rakyat yang di ikuti oleh para warga sekitaran, juga diisi dengan diskusi dan pemaparan hasil dari edukasi dan pendataan di masyarakat oleh para siswa kelas X,Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di SMAN 9 Jakarta,Jl. SMU 9 No.4, RT.13/RW.4, Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur,Kamis,(26/10/2023).

JIIFINA - JOGJA 2024

Didalam Projek Penghayatan Pancasila yang dilaksanakan tersebut para siswa juga mengenakan berbagai macam pakaian adat yang ada di Nusantara juga ada berbagai macam pertunjukan dari para siswa di antara dance dan lain sebagainya.

Kepala Sekolah SMAN 9 Jakarta Albaini Zuhdi, S.Pd menjelaskan bahwa SMAN 9 sedang mengadakan kegiatan Project untuk implementasi kurikulum merdeka di dalam kurikulum Merdeka, dengan nama projek penguatan profil pelajar Pancasila atau P5 yang diadakan untuk fase A diikuti oleh siswa kelas X, kelas XI,dan kelas XII di fase Project dilaksanakan sebanyak 3 kali dan fase sebanyak 4 kali.

“Kami menjadikan kelas XI, 3 Project dan kelas XII 1 projek. Apa tujuan dari proyek ini,Sebagaimana tertuang amanat dari Pak Menteri, bahwa kita dalam implementasi kurikulum Merdeka yang dikedepankan adalah penguatan pembentukan profil pelajar Pancasila karakter, yang dibentuk itu di laksanakan dengan salah satunya adalah Project dan kami ambil tema yaitu Demus.”ujarnya.

Anak anak belajar tentang Seperti apa demokrasi ujar Albani lebih lanjut,

“Bagaimana mereka menghargai demokrasi? Bagaimana proses demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia ini dan itu anak punya kesadaran betapa pentingnya mereka menghargai orang lain saling menghargai pendapat adanya dinamika politik di Indonesia itu mereka Paham Project kelas XI, sebentar ada di sebelah ujung itu itu adalah proyek pertama untuk kelas X, Kita angkat tema yaitu gerakan empati sosial, anak-anak ditumbuhkan konsep empati sosial dengan cara berinteraksi dengan warga sekitar mereka berkolaborasi salah satunya adalah Mereka bertanya tentang pendidikan ekonomi kemudian sosial.”jelasnya.

Saat di tanya harapannya sebagai Kepala Sekolah SMAN 9 Albani mengatakan.

“Harapan saya tidak muluk-muluk satu saja karakter anak-anak, karakter unggul itu menghargai pendapat orang lain,atau menghargai keberagaman ini,harapannya seperti yang saya sampaikan di pembukaan tadi saya menyampaikan ke anak anak, munculkan karakter unggul Kalian, salah satunya adalah apa mendengarkan ketika ada orang berbicara,ini masih di Indonesia ya, kalau kita di luar negeri orang berbicara sama dia Ya mereka mendengarkan.”katanya.

Ditempat yang sama Ketua Komite SMAN 9 Jakarta Irvan Abdul Halim,S.Par mengatakan Dengan adanya proyek ini komite sangat mendukung kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah pembelajaran anak anak kami, nanti mereka akan menghadapi demokrasi yang sebenarnya di kehidupan nanti dan ini luar biasa anak anak menemukan kreativitasnya dan tadi di lapangan sekolah, mereka menunjukkan hal yang luar biasa yang kami harapkan,dengan adanya ini nanti ke depan di 2024 mungkin anak anak kami sudah memilih,jadi mereka sudah bisa menentukan mana yang bisa mewakili suara mereka,Mereka bisa memilih pemimpin yang menurut mereka itu pemimpin yang baik.”tuturnya.

Ketua Komite SMAN 9 Jakarta Irvan Abdul Halim,S.Par melanjutkan.

“Kami sebagai orang tua dengan adanya acara ini sangat terbantu,bagaimana berikan pembelajaran tentang Demus ini.”harapnya.

Irvan Abdul Halim,S.Par juga menjelaskan tentang asal dana yang digunakan dalam projek penghayatan pelajaran Pancasila tersebut.

“Untuk pendanaan dalam acara ini,Ini yang luar biasa anak anak kami ini kalau kami liat memang sangat untuk dana anak anak itu tidak ada yang terbebani,mereka mencari dananya itu dengan cara mereka sendiri,Ada yang sebelumnya mereka sudah mencari sendiri dengan membuat satu kreasi mereka jual dengan teman teman mereka sendiri itu cara mereka mendapatkan dana,Sehingga orang tua tidak merasa terbebani dengan proyek saat ini,Harapan saya SMAN 9 kedepan maju bersama negara,bisa menciptakan generasi generasi muda yang memang bisa menjadi pemimpin.SMAN 9 anak anak kita nanti mudah mudahan bisa menjadi harapan dari pada orang tua untuk menjadi pemimpin,untuk menjadi presiden kalau bisa luar biasa ini yang kami harapkan.”bebernya.

Ketua Project kelas X Ayi Hambali, S.Pd Saat ditanya awak media mengenai tema yang diangkat tersebut menjelaskan dari projek Gempul (Gerakan Empati Sosial) mengatakan Bazar Pasar Raya ini sebenernya bagian dari proyek P5.

“Bahwa kita ada proyek di setiap sekolah itu mengadakan dengan tema jadi selama 3 atau 4 pertemuan dan di pertemuan 9 dan 11 anak anak di dorong untuk turun ke RT,RT untuk konsepnya adalah satu kelas berkolaborasi dengan RT RT ,ketika onserpasi mencari tahu kondisi tentang ekonomi,tingkat pendidikan kesehatan.Puncaknya adalah mereka berkolaborasi membuat bazar rakyat ini sepenuhnya dari warga rt dan anak anak terdorong untuk mencari potensi masyarakat di sekitar sekolah.Ke untungan dari penjualan sepenuhnya untuk warga sekitar itu sendiri sedangkan dengan para siswa saling menguntungkan,untuk siswa keuntungannya bisa belajar cara hidup bersosial dan juga anak anak belajar bagaimana cara berwawancara berkomunikasi,cara berjualan banyak lifslik yang di dapat oleh siswa.”jelasnya.

Sedangkan Ketua Project Kelas XI Ibu Eldy Luntungan, S.Pd., M.Biomed Jadi ini temanya Suara Demokrasi dan kemudian kami mencari apa yang terupdate karena anak SMA ini ada yang sudah 17 tahun sudah bisa memilih oleh karena itu kami membuat modul.

“Jadi proses dari mulai buat partai kemudian partai, membuat visi misi, kemudian partai berkoalisi, dan sebagainya akhirnya,saat ini ada pemilihan calon presiden.Mudah mudahan dengan itu mereka jadi tahu kronologis atau tahap tahap,Akhirnya nanti bisa mereka praktekan di luar.
Itu memang suatu keharusan dari pemerintah salah satu proyek yang harus dilakukan,cuma isinya apa itu adalah kreatifitas dari kami.”bebernya.

Saat di tanya sudah ada projek yang dilaksanakan dalam projek penghayatan profil Pancasila yang di laksanakan di SMAN 9 Jakarta,Ibu Eldy Luntungan S.Pd., M. Biomed menjelaskan.

“Ini adalah proyek ke 4 berarti di lakukan oleh kelas XI,Proyek 1,2,3 itu oleh kelas X.Pemerintah mengadakan proyek kelas X ada
3 . kelas XI ada 4 dan kemudian kelas XII,Bazar ini adalah kami bekerjasama dengan proyek tadi karena proyek 1 mempunyai tema adalah menempati sosial jadi memperdayakan semua warga rt sekitar untuk berjual,dan kami membantu dengan cara membelinya.”ungkapnya.

Salah satu orang tua murid yang hadir dalam projek penghayatan profil pelajar Pancasila yang digelar oleh pihak Sekolah dan Siswa tersebut Maryanita, ST menjelaskan.

“Saya rasa kegiatan ini sangat baik karena mengajarkan anak anak untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan berpolitik yang baik jadi disini tidak hanya ilmu yang mereka dapatkan tetapi mereka juga memiliki pelajaran secara langsung, jadi benar benar mempraktekan apa yang di dapat di sekolah.”ucapnya.

Maryanita sebagai orang tua mengungkapkan bahwa Proyek ini pasti mendapatkan dukungan dari orang tua untuk kemajuan anak anaknya dan tentu selama ini kita selalu berkolaborasi terutama Kelas XI yang di Ketuai Ibu Ryanti Hakim selaku Ketua panitia orangtua murid Projek XI beserta pengurus lainnya Ibu Maryanita,
Sri Komala Sari,
Meliyana,
Maria Kristiningsih,
Rosmayanti dan
Dyah Ambarini.

“Mereka akan berkolaborasi sendiri antara orang tua,murid dan guru sendiri.Harapannya anak anak bisa memilih pemimpin yang baik dan mengetahui siapa siapa calon pemimpin yang baik dan bisa memilih secara demokrasi dan menerima apa pun hasil keputusannya,karena banyak yang tidak bisa menerima dengan baik keputusan yang ada.”tandasnya.

suraTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JIIFINA - JOGJA 2024