Contoh Iklan BAM 970 x 250 pixel

Maksimalkan Potensi Ekspor Udang, Wapres Tekankan Perlunya Penguatan dari Hulu ke Hilir

PASARKAYU
banner 468x60

Kebumen (Jateng), SUARAKLATEN.id – Budidaya udang memiliki nilai ekonomi yang potensial. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, ekspor udang selama kurun waktu Januari sampai dengan April 2023 telah berkontribusi signifikan dengan porsi 32.5 persen dari total ekspor produk perikanan Indonesia. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan penguatan pada seluruh sektor terkait pembudidayaan udang ini.

Harapan menjadikan Indonesia sebagai pemain besar dalam industri dan ekspor udang memerlukan kerja keras dan kesungguhan. Aspek penting dari sisi hulu dan hilir masih harus diperkuat,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat melakukan Panen Udang Vaname di Kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis kawasan (BUBK), Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/06/2023).

JIIFINA - JOGJA 2024

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, penguatan kedua sisi ini penting sebab dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala lapangan yang harus dicari solusinya bersama. Untuk itu, ia menilai Kawasan Tambak BUBK ini sebagai salah satu model percontohan untuk penguatan sistem budidaya udang dari hulu ke hilir.

Modeling Budi Daya Udang Berbasis Kawasan ini menjadi sebuah terobosan pengelolaan tambak udang terintegrasi hulu-hilir dalam satu kawasan yang terukur dan berkelanjutan,” papar Wapres.

Program ini juga dapat menjadi laboratorium hidup untuk menguji strategi penguatan sisi dari hulu sampai ke hilir pengelolaan udang budi daya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan optimal,” tambahnya.

Sementara dari sisi ekonomi dan sosial, Wapres memandang, program di Tambak BUBK ini dapat memberi hasil positif bagi negara, juga masyarakat sekitar.

Keberhasilan program ini akan berkontribusi pada peningkatan penerimaan devisa negara melalui ekspor, penerimaan pajak dan PAD (Pendapatan Asli Daerah), penciptaan lapangan pekerjaan, serta kesejahteraan pembudidaya udang dan masyarakat sekitar,” kata Wapres optimis.

Menutup sambutannya, Wapres pun memberi apresiasi atas panen yang dilakukan di Tambak BUBK, dan berharap kegiatan ini dapat menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan terkait untuk memaksimalkan potensi budidaya udang bagi kemajuan sektor perikanan di Indonesia.

Kegiatan panen udang hari ini saya kira menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan Indonesia, khususnya budidaya udang,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kebumen memiliki komoditas unggulan di bidang perikanan, salah satunya udang.

Produksi perikanan budidaya di Kebumen pada tahun 2022 mencapai 3.359 ton/tahun dengan komoditas unggulan udang vaname yang produksinya mencapai 1.618 ton/tahun,” lapor Taj.

Ia pun berharap, agar Tambak BUBK di Kabupaten Kebumen dapat meningkatkan produksi komoditas udang di Indonesia.

Diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mampu mendorong produksi komoditas udang. Dapat menjadi pelopor budidaya udang modern di Indonesia dengan hasil produksi yang berlimpah dan berkualitas,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Pj. Gubernur Banten Al Muktabar, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Direktur Sumber Daya Manusia PT. Pertamina (Persero) Erry Sugiharto, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah.

Sementara, Wapres didampingi oleh Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, M. Imam Azis, Lukmanul Hakim, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Iggi Haruman Achsien.

(NN/SK-BPMI, Setwapres)

suraTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JIIFINA - JOGJA 2024