Di Kampung Mino, Sandiaga bersama Bupati Banyumas dan istri mencoba membuat mini nopia khas Pekunden.
“Saya lihat masih banyak peluang untuk dikembangkan, kita harus percepat pembangunan. Tadi sama Bu Bupati saya diajari membuat Mini Nopia (Mino). Kalau di Jepang ada Mochi, disini ada Mino yang kalau dikemas dengan baik ini menjadi satu keunggulan ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sandiaga menyebut Banyumas memiliki potensi yang pariwisata yang menarik, khususnya di sektor kuliner dan seni budaya pertunjukan. Dia mengajak segenap pegiat wisata khususnya kaum muda di Desa Pekunden untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
Menparekraf kemudian menyerahkan piagam penghargaan kepada Desa Wisata Pekunden yang berhasil masuk ke dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Sementara itu Kepala Desa Pekunden, Suranto mengungkapkan Desa Wisata Pekunden memiliki lima daya tarik unggulan yang bisa dikunjungi wisatawan. Kelima daya tarik tersebut antara lain Kampung Batik, Oemah Manggleng, Oemah Gamelan, Kampung Nopia dan Wisata Petik Buah Naga.
Menurutnya sejak Pekunden diresmikan sebagai Dewa Wisata pada akhir 2021 lalu membawa banyak dampak positif pada perekonomian masyarakat. Terlebih dengan kehadiran Menparekraf hari ini, diharapkan semakin banyak wisatawan yang dating berkunjung.
“Dengan adanya desa wisata maka ekonomi masyarakat terangkat, ada banyak kunjungan sehingga produksinya lebih terkenal. Banyak wisatawan dari luar kota yang datang kesini. Harapannya lebih mendongkrak perekonomian di Desa Pekunden ini,” tutupnya.
