Contoh Iklan BAM 970 x 250 pixel

Bagas , Pengusaha Muda Bangkitkan Usaha Gerabah Bayat

PASARKAYU
banner 468x60

Klaten, SUARA KLATEN – Pandemi covid 19 yang berkepanjangan tentunya sedikit banyak membawa dampak bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat.Begitu juga yang dialami para pengrajin gerabah diwilayah kecamatan Bayat , Kabupaten Klaten.Dampak yang paling terasa yaitu menurunya omset penjualan para pengrajin.Namun demikian,banyak juga pengrajin dan pengusaha gerabah di Bayat yang justru semakin naik dan berkembang usahanya,Bagas salah satunya.Bagas merupakan salah satu pengrajin gerabah diwilayah Bayat yang karena pandemi ini justru mampu mengembangkan usahanya dan omsetnya pun stabil.Saat ditemui SUARA KLATEN,Jum’at (08/04/2022)di workshop miliknya diusianya yang baru 26 tahun ,Bagas menuturkan, dirinya yang meneruskan usaha turun – temurun dari kakeknya yang kemudian turun ke orangtuanya dan sejak 5 tahun lalu dikelolanya ini sudah mampu mengembangkan usahanya walaupun dimasa pandemi sekarang ini.Melalui ide – ide kreatif nya dalam memasarkan produksi gerabahnya ini lah usahanya mampu bertahan dan meningkat.Hingga saat ini Bagas mampu mempekerjakan 9 orang karyawan yang semuanya masih muda seusianya.”Dari kecil saya kebetulan sudah sejak kecil ikut membantu orangtua belajar bikin gerabah dan saya merupakan generasi ke -3 setelah orangtua saya. Dengan usaha gerabah ini saya bisa merangkul teman – teman seusia saya untuk bekerjasama dengan saya untuk mengembangkan usaha ini.Kebetulan disini untuk produksi saya dibantu teman – teman saya”.tutur Bagas saat ditemui SUARA KLATEN di workshopnya,Jum’at (08/04/2022)Bagas menjelaskan untuk dirinya sendiri baru fokus menekuni usaha gerabahnya ini justru pada awal pandemi .Hingga saat ini dari awal yang hanya memiliki tempat produksi saja,hingga saat ini berkembang dan sudah bisa memiliki toko atau showroom sendiri.”Kalau ditanya masalah pengaruh pendemi covid 19 untuk usaha gerabah ini,justru saya malah mulai fokus untuk usaha ini diawal pandemi mas.Dulu masih produksi saja dan omset hanya tergantung pesanan dan diambil untuk toko – toko disekitar sini . Sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa memajang dan menjual hasil produksi gerabah saya di toko saya sendiri.Untuk masalah harga sampai saat ini karena kita produksi sendiri ,jadi ya masalah harga bisa tetap stabil dan kualitas nya juga tetap terjaga.”jelasnya.Hingga saat ini untuk mendongkrak pemasaran produksi gerabahnya, Bagas mengandalkan sosial media atau melalui online.Namun banyak juga yang datang langsung ke toko miliknya.Banyak pesanan yang datang bukan hanya dari wilayah Klaten saja,ada juga dari Jogjakarta,bahkan seluruh Jawa dan luar Jawa juga Sumatera.Hingga saat ini untuk Bagas mampu memproduksi kurang-lebih 1000 pcs lebih perbulan untuk pesanan dan 500 pcs perhari untuk yang dijual eceran dari tokonya.”Untuk saat ini produksi gerabah ini saya pasarkan melalui online dan sosial media dan untuk retailnya saya jual ditoko saya sendiri.Untuk pesanan saya bisa memproduksi 1000an pcs dengan dikerjakan santai,tapi kalau ditarget ya bisa 1000 lebih perbulan mas.Perharinya untuk omset didari toko bisa kurang lebih 500 pcs perhari.Saya banyak menerima orderan bukan hanya dari Klaten saja,tapi sudah seluruh Jawa sampai Sumatera.”imbuhnyaProduksi gerabah milik Bagas ini memiliki berbagai macam jenis produk, seperti pot bunga dengan berbagai ukuran, peralatan untuk dapur ,seperti wajan,kendi (tempat minum), cangkir/gelas,dan masih banyak pernak -pernik yang lain.Harganya pun relatif murah,mulai dari harga Rp.2000 rupiah hingga ratusan ribu rupiah .Untuk produk yang paling diminati saat ini yaitu peralatan rumah tangga terutama wajan .Namun banyak juga peminat produk lain seperti pot bunga dan guci.

suraTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JIIFINA - JOGJA 2024